Sunday, April 15, 2012

Adilkah Tuhan?


Coba kita pikir, renungkan dan jawab sendiri aja dengan jujur...Menurut kamu apakah Tuhan itu adil?
Kalau kamu bilang adil, kenapa kamu bilang adil?
Kalau kamu bilang tidak adil, kenapa kamu bilang ga adil?

Pasti banyak dari kita akan mengatakan tidak adil. Terus supaya adil tuh harus bagaimana?

Dan ini jawaban yang paling banyak di jawab
1. Adil itu semuanya harus dapat sama rata
2. Adil itu kalau semuanya masuk surga
3. Adil itu kalau orang yang benar tapi ga percaya Yesus juga masuk surga. yang jahat masuk neraka

Buka Matius 25:14-30. Didalamnya menceritakan tentang Tuhan memberikan kita apa yang kita punya sekarang sesuai dengan kemampuan kita. Yang Dia kasih lebih bakal di tuntut lebih, yang dia percayain lebih punya tanggung jawab lebih.. sedangkan yang Dia kasih sedikit juga beda porsi tanggung jawabnya. Jadi jangan bilang Tuhan ga adil. Kenapa si A bisa kaya?? kenapa si B bisa jenius?? kenapa ada orang yang IQnya tinggi, ada yang di bawah rata rata, ada juga yang ga jelas bakatnya apa masih bingung bingung. Kenapa? Kalau adil kok beda beda??

Terus kita lihat satu ilustrasi di Alkitab tentang Petrus dan Paulus. Bukan maksudnya Petrus itu bodoh, tapi dua duanya di pakai Tuhan beda sama Tuhan. dua duanya di pake dashyat banget.. tapi beda. Petrus kan uneducated dan dia adalah seorang nelayan, jadi dia lebih cocok kalau menginjil ke kumpulan orang orang tertentu, beda dengan paulus yang menginjil ke orang orang yunani yang tingkat intelligencenya tinggi. kan ada orang orang yang seperto socrates plato gitu dari yunani. jadi yang Tuhan kasih kita, yang Dia anugerahin.. bisa kita pake, kalau kita mau.

Terus ada seseorang yang bernama Fanny Crosby, dia buta sejak umur enam minggu, dia hidup sampai umur 90 tahun. Tapi Dia berserah sama Tuhan. Dalam Hidupnya dia menulis 8000 lirik hymne, dia sampe akhir hidupnya masih bilang dia ga menyalahin Tuhan atau sedih karena dia buta.. tapi dia bilang dia senang, karena wajah pertama yang dia bakal lihat itu adalah wajah Bapa nanti di surga. Terus ada seorang perempuan yang lahir yang ga punya tangan.. tapi dia umur empat tahun, dia belajar merajut, habis itu dia belajar renang... umur 15 tahun dia masuk dalam world championship renang.. Walaupun dia ga seutuh kita, tapi dia masih bisa bertekun dan hidup dengan bergairah. Tuhan pake Dia

Kenapa kita yang punya tubuh lengkap tapi ga bisa??

Apalagi talenta.. Kalau Tuhan anugerahin talenta itu benar benar luar biasa.

1 Talenta kan sama dengan 6000 dinar. 1 Dinar itu sama dengan gaji pekerja satu hari.

Jadi coba kita bayangkan kalau kita punya 1 talenta saja. Entah itu nyanyi, dance, menyulam, main badminton, or maybe jadi programmer, etc. Kita tuh udah kaya banget!! Bayangin aja kalau kita kembangi talenta kita. Yang Tuhan anugerahin itu ga sia sia deh. Talenta itu bukan hak kita, tapi Anugerah dan hadiah dari Tuhan. Tuhan punya kasih dan dengan kasih ada yang namanya Keadilan... keadilan Tuhan beda sama keadilan di pikiran manusia. Kalau misalkan ada si M sudah kerja di perusahaan selama sepuluh tahun, si N cuma bekerja di perusahaan itu lima tahun, tapi bonus akhir yang si N dapatkan lebih besar dari si M. Menurut kamu itu adil tidak?? Kalau si N di kasih sih senang senang saja.. Tapi buat si M kan ga adil banget. Terus misalkan ada dua orang lagi ngebut nebut naik motor dan mengalami kecelakaan. Terus ada dokter lewat dan si dokter cuma bisa menolongin satu doank, yang satu meninggal dan satu lagi hidup. Itu adil tidak? kok Tuhan pilih pilih??

Banyak kan yang kita tidak mengerti. Pokoknya kalau kita percaya Tuhan itu baik, Tuhan itu penuh kasih, imanin kalau Tuhan itu adil juga. Gimana bisa mengasihi tanpa keadilan?? Di Alkitab dituliskan tentang kalau manusia yang jahat saja tahu kasih anak anaknya yang baik baik. Gimana Bapa kita yang di surga ga bisa?? Kan di tulis juga tidak mungkin kalau kita minta ikan sama Dia, Dia kasih kita ular. Kalau kita minta ikan, pasti Dia kasih kita ikan. Kalau kita minta ular, Dia juga pasti kasih ikan. Ga minta apa apa juga di kasih ikan. Semua yang baik Papa kasih buat kita.. tapi yang baik bukan berarti hidup kita mulus mulus saja. Kalau ada masalah, lewat masalah kalau kita bisa di bentuk jadi lebih baik, Tuhan kasih kok. Yang penting kita percayain hidup kita tidak??

Terus kan pasti banyak yang akan bertanya.. Kalau Tuhan itu adil, kenapa ada penyakit?? Kok ada kelaparan di satu bagian dunia tapi di bagian lainnya uang kita hambur hamburin banyak buat kesenangan. Kenapa ada koruptor yang tidak masuk penjara sedangkan yang curi ayam digebukin sampai babak belur, mending dia itu beneran maling, kalau salah orang?? adil tidak?? buat kita dari pandangan manusia pasti tidak adil. Terus kita mau apa?? cuman doa biar Tuhan perbaiki semua masalah kah?? Doa biar Tuhan jadi pelayan kita?? Suruh Tuhan lenyapkan semua penyakit, semua kesusahan.. angkat semuanya orang ke surga?? Jadi tebalik donk, kan kita hambanya dan Dia master kita. Kalau Dia mau, Dia sanggup!! tapi kenapa Dia ga ikut campur langsung?? tanya diri kita sendiri.. terus kenapa ada orang baik tapi cepat meninggal.. orang jahat merampok ini itu, tapi masih hidup dan sehat banget pula. Adil tidak??

Kalau kita bisa bilang tidak adil, kenapa kita cuma diam aja? Tuhan justru pengen tanya kita balik, Mau tidak kita jadi alat dia?? Mau tidak jadi misionaris Tuhan?? Kalau kita mau hilangin korupsi, kemiskinan, etc. Mau tidak kita mengambil langkah?? Kenapa kita cuma diam saja?? Apa yang kita punya, syukurilah.. yang Tuhan kasih di hidup kita, maksimalin buat tujuan Dia. Jangan iri dengan orang yang punya lebih karena tanggung jawab Dia sama Tuhan beda dari kita (With greater power comes greater responsibility). Tuhan bukan Tuhan yang suka maksa, Dia lemah lembut, Dia menunggu hati kita. Dia Raja, tapi Dia tidak command secara paksa. Dia ingin kita menerima Dia dan percaya Dia layaknya seperti Papa dan Anak. Hikmat Tuhan itu besar, kita ga bisa mengerti sepenuhnya. Manusia mikir pakai otak kecil manusia. Sejenius apapun manusia sampai punya tiga gelar profesor juga ga bakal mengerti rancangan Tuhan. Jadi percayalah kalau Tuhan itu adil. Tuhan itu kasih. Tuhan beri yang terbaik buat kita pada waktunya.

Ayo tentara Allah, kita adalah terang dan garam untuk orang lain. Jika kita ingin membuat perubahan, berani untuk mengikuti Tuhan Yesus di setiap langkah. Kalau kita suatu hari di kasih kepercayaan sama Tuhan buat jadi orang yang posisinya di atas, selalu pegang prinsip kamu. Jangan yang sekarang anti korupsi.. tapi pas sudah di atas lupa sama Tuhan dan di butakan sama Mamon, Korupsi juga akhirnya. Jadi kalau kita bisa RAISE ISSUES AND QUESTIONS.. BE RESPONSIBLE PLEASE, FIND THE SOLUTIONS AND ACT FOR IT.


WRITTEN BY
-blossom-

Saturday, April 14, 2012

Selfishness I kept.


I feel so selfish for the things I have done.

Feel so selfish at the moment for wanting all of my friends by myself. For wanting them to stay by and not to leave. I feel so selfish that I just want to enjoy my own comfortable zone and do not want to receive the truth that everything does not stay the way it is and feel so selfish for wanting everything that’s happiness to me to stay by me.

Yet, God graciousness never fails to come. Each time I denied the presence of His voice and heart. Each time I did sinful things and opposed His words. Each time I questioned His heart for the people. He comes to me again and again. Each time I tried, running away by just going out from His presence and refused to listen to Him, His voice come to me. Echoing non-stop. Visions of Him and me come again and again. How He hugged me and kisses me on the forehead.

I can come to Him like a child. He never fails to touch me.

Jesus, I’m so sorry I disappoint you each time. So now, I want to tell you. I’m willing to give up what I have not been willing all these times. I am willing to be whoever you want me to be, whatever it takes. Jesus I love you. I want your name to be glorified. I want you alone, Jesus.

So, I want to let go all the selfishness I had within me. That though, it isn’t easy, I know, things got to change somehow. Everyone got to move on. Jesus never leaves me. Never once.


WRITTEN BY
Odri

Thursday, April 12, 2012

Pengaulan Sangat Mempengaruhi Hidup Kita


Robert Clinton mendefinisikan bahwa esensi kepemimpinan adalah pengaruh. Pengaruh kita berjalan di atas hubungan antar pribadi. Semakin dekat hubungan kita, semakin kuat daya pengaruhnya. Jangan lupa, bahwa kita mempengaruhi orang, tapi juga dipengaruhi orang. Kata Firman Tuhan: “Pergaulan yang jahat (membawa pengaruh buruk), merusak kelakuan yang baik.” Sebaliknya, dapat juga dikatakan bahwa pergaulan (pengaruh) yang baik, dapat memperbaiki kelakuan yang buruk. “Besi menajamkan besi.”

Cobalah anda berbincang-bincang dengan orang yang pandangannya selalu pesimis, negative. Dalam waktu singkat, pandangan anda akan seperti dia. Sebaliknya, jika berkumpul dengan kelompok yang optimis, positive, pandangan anda pun terbentuk seperti itu. Kebanyakan anak-anak muda yang terikat dengan narkoba, dimulai dari lingkungan teman-temannya yang sudah kecanduan. Karena itulah, sebagai orang tua kita selalu berpesan kepada anak-anak kita agar menjaga lingkungan pergaulan. Carilah teman-teman yang baik perilakunya.

Jadi, kita percaya bahwa pertemanan itu saling mempengaruhi. Pertanyaan: Bagaimana pengaruh kita terhadap teman-teman kita ? Judul sebuah buku menarik: “Transforming Friendship.” Artinya, hubungan pertemanan yang mentransformasi. Sebagai anak-anak Tuhan, apakah teman-teman kita telah kita pengaruhi sehingga mereka mengalami transformasi menjadi pribadi yang lebih baik ? Lebih jujur ? Lebih rohani ? Lebih semakin seperti Kristus ? Semoga !


Tuhan Membekati


SALAM DAMAI
LOG

Wednesday, April 11, 2012

Don't See Book From It's Cover

Suatu Statement "Don't See Book From It's Cover" itu mengajarkan kita untuk jangan melihat orang dari fisik orang itu tapi lihat dari dalam orang itu. Tapi sering kali kita selalu menjudge orang sebelum kita melihat dan mengenal orang itu secara dalam. Apakah kalian setuju dengan saya?

Suatu hari muncul seorang wanita yang tidak dikenal masuk ke panggung acara lomba nyanyi yang bisa dilihat oleh seluruh dunia. Wanita itu sudah tua dan berusia kepala empat atau mungkin kepala lima, badannya gendut, alisnya tebal, sikapnya lucu dan dandannya amat sederhana. Jika kalian yang jadi penonton acara lomba nyanyi itu, apa yang akan kalian komenin setelah melihat wanita itu masuk ke panggung dan nyanyi? Pasti banyak dari penonton akan mengatakan, "kok badak bisa nyanyi?" atau komen komen yang jelek yang akan keluar dari mulut si penonton.

Tapi kenyataannya, dua minggu sejak wanita itu tampil dalam suatu audisi reality show yang bernama "Britain's Got Talent", nama wanita itu langsung terkenal dan menjadi buah bibir dan artikel artikel atau berita berita tentang dia menghiasi puluhan media baik cetak ataupun elektronik dan bahkan surat kabar "The Washington Post" bahkan menurunkan tulisan cukup panjang tentang wanita itu yang berusia 47 tahun pada saat itu. Dan sebuah video yang diupload di Youtube mencetak sampai lebih dari ratusan juta pengunjung. Luar biasa kan?

Pasti penasaran siapa wanita itu. Nama wanita itu adalah Susan Boyle. Susan Boyle? Siapa dia? Mungkin banyak dari kita tidak mengetahui siapa wanita itu. Tapi pada saat pertama dia tampil di panggung dan seluruh penonton di gedung itu mendengarkan suara dia, banyak media elektronik seperti ABC News, CNN, CBS sampai berlomba lomba berebut untuk mewawancari wanita yang terbilang sederhana dan jelek itu. Dari wawancara yang didapati dari media media itu, diketahui bahwa Susan bukan seorang penyanyi yang bagus suaranya sebelumnya, bahkan sebelum dia tampil tidak ada yang mengenal dia. Menurut laporan CBS pada saat itu yang meliput langsung dari tempat tinggalnya Susan yang berada di Blackburn Skotlandia dan mendapatkan kesimpulan bahwa dia adalah sosok wanita yang sederhana yang cuma aktif melayani dalam kegiatan di Gereja.


Inilah biodata dikit tentang si Susan. Susan lahir di West Lothian, Blackburn, Skotlandia pada tanggal 15 Juni 1961. Dia anak bungsu dari 10 bersaudara, empat saudara laki laki dan lima saudara perempuan. Dia dilahirkan ketika ibunya berusia 47 tahun. Ayahnya adalah seorang pekerja pabrik dan ibunya adalah seorang pengetik steno. Keluarga Boyle bukan sebuah keluarga yang berada dan apalagi harus membesarkan anak yang berjumlah sepuluh orang.

Ibunya, Brigdet Boyle meninggal dunia pada tahun 2007 dan meninggal pada usia 91 tahun karena sakit. Selama bertahun tahun Susan sendiri yang merawat ibunya karena saudara saudaranya telah meninggalkan rumah untuk menjalani hidup masing masing dan ayahnya sudah meninggal lebih dahulu pada tahun 90-an.

Susan sampai sekarang ini masih tinggal di rumah keluarganya yang terdiri dari empat kamar tidur dan sehari hari susan hanya ditemani oleh kucing kesayangan yang bernama Pebbles yang berusia 10 tahun. Susan tidak bekerja, kegiatan dia hanya aktif di kegiatan Gereja di Whitburn, Blackburn. Ternyata si Susan mengaku bahwa dia belum pernah dicium oleh laki laki dan dia juga mengaku dia sering ikut berbagai lomba nyanyi, tapi selalu gagal. Tapi semasa ibunya masih hidup, ibunya selalu mendukung Susan untuk mengikuti berbagai lomba menyanyi karena ibunya yakin suatu hari Susan bisa tampil di atas panggung dan memenangkan suatu perlombaan nyanyi.

Satu satunya olah vokal Susan yang sempat direkam adalah ketika dia menyanyikan lagu "Cry Me A River" dalam album rekaman untuk amal tahun 1999. Lomba menyanyi yang pernah dikuti oleh Susan adalah acaranya Michael Barrymore “My Kind of People”. Susan mengakui saat itu dirinya belum siap dan tak mampu mencuri perhatian juri. Guru vokalnya, Fre O'Neil megatakan susan pernah ingin ikut acara music "The X Factor" tapi dia mengurungkan niatnya untuk mengikuti acara itu. Karena dari diri susan, dia menganggap acara itu selalu mementingkan tampilan fisik daripada kualitas vocal

Bahkan ketika Susan mendaftar di Britain Got Talent. Suatu perasaan pesimis yang ada di dalam Susan itu masih tertanam dan dia sempat berencana membatalkan keikutsertaan dia. Dalam suatu wawancara dengan The Scotsman, Fred O'Neil mengatakan Susan pernah menelepon Fred dan mengatakan dirinya sudah terlalu tua banget untuk mengikuti acara audisi di Britain Got Talent.

Pada tanggal 11 April 2009, Susan mengikuti Audisi "Britain Got Talent" adalah suatu langkah pertama bagi Susan untuk meraih cita citanya menjadi seorang penyanyi. Di depan para juri termasuk Simon Cowell yang merupakan mantan juru American Idol yang terkenal dengan komentar komentar yang kerap dan pedas yang selalu membuat peserta menjadi grogi dan ternyata pada saat itu, Susan tampil menawan.

Hari itu Susan memakai blus yang sangat sederhana dan kampungan banget dengan warna krem dengan potongan rambut yang juga sederhana, Susan tampil memukau. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu "I Dreamed A Dream" dari kisah drama klasik Les Misarables dan dinyanyikan begitu bening

Simon Cowell yang diawal sebelum Susan menyanyi sempat menyindir Susan dengan kalimat yang sudah diterjemahkan ke bahasa indonesia "Kemana saja kamu selama ini baru ikutan acara seperti ini?” dan akhirnya terperangah ketika mendengar kualitas suaranya Susan.

Di akhir nyanyian, hampir semua penonton dan juri pun memberi standing ovation buat Susan dan bahkan dengan lugunya Susan langsung meninggalkan panggung sebelum dihentikan oleh para juri untuk mendapatkan komentar.

Meski pada saat itu perjalanan Susan masih jauh, tapi Susan bisa mampu meraih impiannya menjadi apa yang dicita citakan saat ini.


God Bless You and Keep Winning!!!!

SALAM DAMAI
LOG

Dibalik Semua Masalah, Pasti Ada Sukacita

Pada suatu masa, hiduplah seorang yang amat gemar melakukan kebajikan.

Suatu hari, sapi hitam peliharaannya melahirkan seekor anak sapi putih. Lalu dia bertanya kepada seorang bijak yang sangat terkenal tentang kejadian hari ini. Orang bijak itu berkata:”Ini pertanda baik! sebaiknya dipersembahkan kepada Tuhan.”

Tak tahunya setelah lewat setahun, si ayah menjadi tunanetra. tak lama kemudian lahir lagi seekor sapi putih. Dia mengutus anaknya pergi menemui kembali orang bijak tersebut, tetapi anaknya berkata: “dulu, ayah menjadi buta setelah bertanya kepada beliau. Sekarang, untuk apa lagi kita pergi?”

“Ucapan orang bijak sulit dicerna pada awalnya, tapi akan berakhir dengan kebenaran. Apalagi soal anugerah atau kemalangan yang sangat jelas diketahui oleh Beliau. Cepatlah kamu pergi bertanya!” ujar sang ayah.

Si anak segera pergi menanayai orang bijak tersebut.”Ini alamat baik!” jawab orang bijak tersebut ketika ditanya. Kembali lagi ia menyarankan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Sepulangnya, si anak memberitahukan ayahnya, lalu sang ayah berkata:”Turuti saja apa yang dikatakan oleh Sang orang bijak.”

Kira-kira setahun kemudian, anaknya juga buta tanpa sebab. Berselang beberapa lama kemudian, terjadi peperangan dengan negara tetangga. para serdadu yang terkepung kehabisan ransum yang akhirnya terpaksa memakan daging manusia dengan buas.

Seluruh pemuda yang sehat dikerahkan menjadi pasukan perang. banyak diantara mereka gugur. Tinggal ayah beranak yang buta itu terhindar dari musibah peperangan.

 Setelah perang usai, kedua ayah beranak itu dapat melihat kembali.

RENUNGAN:
Dibalik bencana ada sukacita.

Mungkin kita berpikir dibalik bencana ada kehancuran. Berapa kerugian materi akibat bencana itu? Berapa korban jiwa akibat bencana itu? Atau berapa orang sakit atau cacat tetap akibat suatu bencana? Bahkan biasanya kita akan menghitung kerugian jangka pendek dan jangka panjang akibat dampaknya suatu bencana terjadi?

Namun di dalam Tuhan Allah dapat mengubah suatu bencana menjadi sukacita. Karena Allah senantiasa turut bekerja dalam segala sesuatu, dalam bencana, dalam musibah, dalam kecelakaan, dalam kehancuran menjadi suatu berkat dan pemulihan yang jauh lebih besar nilainya daripada suatu kerugian-kerugian yang diakibatkan suatu bencana.

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, bukan keburukan, bukan kehancuran, namun suatu anugerah yang besar, yang nilainya jauh lebih besar dari pada musibah itu sendiri. Jadi sesungguhnya di dalam Tuhan tidak ada kehancuran, tidak ada malapetaka, tidak ada kerugian apapun, karena setiap peristiwa selalu mendatangkan kebaikan.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami musibah, mengalami malapetaka, kehancuran, kerugian atau bencana apapun. Lihatlah Allah Dia sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Janganlah anggap suatu kehancuran itu adalah akhir dari segala sesuatu, karena dibalik kehancuran itu adalah awal kebaikan bagi kita.

Janganlah anggap kebangkrutan itu adalah malapetaka besar, sebab dibalik itu ada anugerah yang nilainya jauh lebih berharga dari pada kerugian yang harus ditanggung. Jangan pernah bersungut-sunggut, kecewa  ataupun  sakit hati oleh karena suatu bencana.

Marilah kita menganggapnya bahwa dibalik setiap malapetaka ada suatu anugerah yang besar.

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Tuhan Memberkati!


SALAM DAMAI
LOG

Sunday, April 8, 2012

Senjata Tanpa Peluru, Tapi Mematikan

Menurut kalian bagaimana seorang penyebar kebaikan atau mungkin seorang pengkhotbah harus berpenampilan? lemah lembut? rapi? baik? Bagaimana kalau penampilannya kejam, muka preman atau mungkin mukanya muka pembunuh? Pasti jawaban kita "bisa gila tuh, masa penyebar kebaikan mukanya begitu, Tuhan ganti ganti" atau mungkin kita akan bertanya "Tuhan, mank ga ada yang lain lagi? mending gw aja". Tapi coba Tuhan ganti penyebar kebaikannya jadi kita dan kita dikirim ke tempat tempat yang tidak bagus atau tempat yang tidak nyaman. Pasti sebagian besar dari kita akan berkata "Tuhan jangan saya, orang lain saja"

Karena Tuhan tahu sebagian dari kita akan menyuruh Tuhan memilih orang lain saja, jadi ga salah donk Tuhan memilih orang orang yang mungkin mukanya kejam, muka preman atau mungkin dia itu mantan pembunuh. Karena seorang penyebar kebaikan tidak harus penampilan klimis dan lemah lembut, tapi bisa saja Tuhan memilih seorang yang penampilan keras dan kasar atau bahkan dia mengangkat senjata atau senapan untuk melawan ketidakadilan. Anda setuju tidak sama saya? kalau anda setuju, lanjut baca saja. Tapi kalau anda tidak setuju, dengan berat hati anda harus BERHENTI untuk tidak melanjutkan mindset anda itu dan merubah mindset anda itu.

Apakah yang anda pikirkan kalau mendengar kata "Afrika" atau mungkin benua Afrika? Kita akan menjawab itu adalah benua yang penuh dengan orang orang berkulit hitam. Tapi apa yang kita tahu selain itu tentang benua Afrika itu? Saya akan membuat suatu ringkasan tentang Afrika. Afrika adalah sebuah benua di dunia yang merupakan benua eksotik. Benua ini dikenal dunia adalah benua hitam karena benua ini selama ratusan tahun merupakan benua yang menjadi benua rebutan penjajah yang berkulit putih. Tidak hanya itu, kekayaan alamnya dikuras dan semua penduduk dan warganya dijadikan budak, ada yang diperkosa, ada juga yang dimutilasi, ada juga dipaksa untuk menjadi tentara oleh milisi pemberontakan, dll. Ini keadaan yang sungguh menyedihkan dan sesuatu yang hancur. Sisa sisa penjajahan itu pula yang kemudian membuat sesuatu konflik yang berkepanjangan dan konflik itu menjadikan sesuatu perang saudara bagi Afrika, kepedihan dan keperihan yang tak berujung. Salah satunya adalah negara Sudan.

Sementara di belahan dunia yang kacau itu, seseorang lelaki berkulit putih yang bernama Sam Childers baru keluar dari penjara. Tapi siapakah si Sam itu? Apa yang terjadi dengan dia? Ini ada sedikit informasi tentang si Sam, supaya kita bisa tahu latar belakang dari dia. Sam dibesarkan dipembukitan Pennsylvania. Sejak usia dini Sam mulai menunjukan bakat untuk menjadi pembuat masalah dan seiring usianya bertambah dia menjadi seorang bikers dan bukan hanya bikers biasa, tapi dia adalah seorang bikers yang suka berantem, menjadi anggota geng, menjadi penjahat kambuhan, menjadi pecandu heroin yang tidak segan segan untuk menempelkan pisau di leher seseorang, menjadi seorang penjual obat terlarang dan sering tidur dengan perempuan yang sudah menikah. Dan tidak hanya itu, dia terus makin tenggelam dalam kehidupan yang penuh kekerasan dan kejahatan sampai ia menjadi seorang Shotgunner (Seorang penjaga bersenjata untuk pengedar narkoba). Dari sedikit latar belakang dari si sam, pasti kita akan berkata, pasti dia adalah seorang yang broken home, orangtuanya pasti penjahat juga dan orang tuanya sering memegang senjata juga, dll. Ternyata jawabannya hampir betul, ayahnya dulu sering memegang senjata karena ayahnya adalah seorang mantan marinir. Kedua orangtuanya adalah orang yang sopan dan jujur.

Pada suatu hari Sam bertemu dengan Lynn yang kemudian menjadi istrinya. Anda pasti bisa menebak Lynn adalah seorang wanita yang baik dan orang benar yang tidak berdosa yang Tuhan kirimkan untuk menolong Sam untuk keluar dari semua kejahatan itu. Karena ada pepatah yang mengatakan "Behind Every Successful Man There Is A Woman" dan ini membuat anda pasti dan menjamin 100% Lynn adalah wanita yang baik baik. Jawaban anda adalah BENAR, Nilai 100 buat Anda. Senang tidak? Pasti senang banget. Ya Lynn adalah wanita yang Tuhan kirimkan buat Sam dan dia adalah wanita yang benar tapi setelah dia berbalik ke Tuhan. Kok bisa? Mank kenapa? Karena Lynn sebelumnya adalah seorang penari Stripper atau kata lain adalah seorang penari telanjang.

Pada suatu hari Sam ditangkap dan dimasukkin ke dalam penjara karena suatu kejahatan. Ternyata selama Sam di dalam penjara sang istri yang bernama Lynn menemukan jalan kebenaran dan dia kembali ke Gereja yang pernah ditinggalkannya pada masa mudanya dan meninggalkan profesinya sebagai penari stripper dan keputusan sang istri membuat Sam begitu marah dan ketika bebas dari penjara tidak lantas membuat Sam menjadi lelaki dan suami yang baik baik. Kehidupannya masih berjalan seperti biasa sekeluarnya dari penjara, sampai sampai sang ayah berkata "Nak, suatu hari nanti seseorang akan membunuhmu!"

Setelah perkataan dari sang ayah, Sam sangat dihantui oleh kata kata itu dan dia sangat takut dan khawatir kalau kalau dia akan dibunuh karena obat terlarang dan dia pelahan lahan mulai menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya dan dia mendapatkan pekerjaan di bidang konstruksi dan pelan pelan hidupnya mulai mapan. Tapi itu masih belum bisa membuat dia lepas dari kebiasaannya memakai narkoba dan alkohol.

Dia berusaha untuk menemukan jalan kebenaran dan berusaha untuk membangun kembali hubungan dia dengan Allah dan mulai menjalani hidup yang bersih. Suatu hari dia pergi ke Gereja dan dia tersentuh dan menemukan suatu kejadian yang membuat dia menemukan suatu kedamaian dan jalan terang menuju Tuhan disana. Hidupnya perlahan berubah menjadi lebih baik dan berubah dari seorang geng motor dan penjahat kambuhan menjadi seorang ayah dan suami yang pekerja keras dan ekonominya pun membaik. Tidak sampai disana, Tuhan menganugerakan seorang bayi perempuan yang sehat bagi Sam dan Lynn dan Sam juga memulai bisnis konstruksi sendiri.

Ceritanya Selesai dan menghasilkan suatu Happy Ending?


Ternyata jalan ceritanya belum selesai. Mereka harus menghadapi suatu tantangan terbesar yang tidak lama lagi akan segera terjadi dan jalan hidup mereka tidak bisa ditebak. Pada tahun 1998, karena pertemuan dengan seorang pendeta dari sudan dan atas desakan oleh seorang pastor dari Amerika yang sebelumnya tergabung dengan kelompok misi yang menyuruh Sam untuk membantu memperbaiki sebuah pondok yang rusak dalam konflik dan membuat Sam tergerak hatinya untuk mencoba melihat langsung benua hitam itu dan memberikan sumbangan tenaganya untuk menolong pengungsi di tengah konflik perang saudara disana. Jalan ceritanya berjalan dan Sam tersentuh ketika melihat kondisi Sudan dan kisah memilukan yang terjadi pada para pengungsi dan terutama dari anak anak korban kekerasan perang.

Pada saat Sam menjalani misinya ini Sam tersandung dengan tubuh seorang anak yang terkoyak oleh ranjau darat dan dia jatuh berlutut dan berjanji pada Tuhan bahwa dia akan melakukan apapun untuk membantu rakyat Sudan.

Sam kembali ke Sudan berberapa bulan kemudian untuk menjalankan klinik disana. Untuk memenuhi janjinya pada Tuhan untuk berkelana jauh di seluruh negeri, dari kota barat Yei ke desa desa timur Boma. Saat Sam melewati desa Nimule, di perbatasan Uganda, Tuhan berbicara pada Sam dengan suatu pesan: "Aku ingin engkau untuk membangun sebuah panti asuhan bagi anak-anak. Dan Aku ingin engkau membangunnya di sini". Mengaku diajak bicara oleh Tuhan, dia membangun sebuah gereja di dekat rumahnya dan mengumpulkan para pendosa untuk diajaknya ke jalan kebenaran. Masyarakat setempat mengira Sam sudah gila, karena pada saat itu, Tentara perlawanan Tuhan, sebuah milisi pemberontakan brutal yang telah menculik 30 ribu anak-anak dan membunuh ratusan ribu penduduk desa,telah  memporak-porandakan daerah tersebut. Tapi Hal itu tidak membuat Sam berhenti, tapi dia tetap bersikeras, karena Sam yakin Tuhan telah menyuruh dia untuk membangun panti asuhan di Nimule dan di Sudan dia sendiri yang membangun sebuah panti asuhan yang khusus untuk menampung anak anak korban penculikan dan korban perang. Dia kembali ke Amerika Serikat dan menjual bisnis konstruksi dan mengirim uang ke Afrika.

Perlahan-lahan panti asuhan mulai terbentuk. Pada siang hari Sam membersihkan semak-semak dan membangun pondok yang akan menjadi  rumah bagi anak-anak. Saat malam hari, dia tidur di bawah kelambu dengan kain ayunan di bawah pohon: Alkitab di satu tangan, AK47 di tangannya yang lain. Sementara itu, di Pennsylvania, istrinya Lynn dan putrinya Paige berjuang dalam pertempuran mereka sendiri. Mobil keluarga itu diambil alih dan pemberitahuan penyitaan telah disampaikan ke rumah mereka. Sam punya cukup uang untuk membayar hutangnya atau menyelesaikan panti asuhan. Dia tidak mampu menanggung keduanya jadi dia mengirim uang ke Afrika. Dengan selesainya panti asuhan, Sam mulai memimpin misi bersenjata untuk menyelamatkan anak dari LRA. Itu tidak lama sebelum kisah-kisah eksploitasi beredar dan penduduk desa mulai memanggilnya "Pengkhotbah Machine Gun."

13 tahun kemudian panti asuhan itu menjadi yang terbesar di Sudan Selatan dan telah memberi makan sekaligus menjadi rumah bagi 1.000 anak-anak. Hari ini, lebih dari 200 anak menelepon rumah panti asuhan. Sayangnya masih banyak anak-anak menderita di Sudan dan membutuhkan penyelamatan.Sam dan Lynn masih tinggal di rumah yang sama di Pennsylvania yang telah didedikasikan untuk penderitaan anak-anak Sudan sejak 13 tahun lalu.

Kini sikap tangguh dan skill bertarung serta keberaniannya itu dia gunakan untuk membantu membela dan melindungi anak-anak Sudan yang dimutilasi, diperkosa atau dipaksa menjadi tentara oleh milisi pemberontak di Sudan. Kisah nyata Sam Childers kini diangkat ke film layar lebar dengan diperankan oleh aktor action yang terkenal :Gerard Butler!

God Bless you and Keep Winning

SALAM DAMAI
LOG

Saturday, April 7, 2012

Tuhan Membuka Mata Seorang Muslimah

Kesaksian ini ditulis dengan harapan apa yang saya alami, kiranya bisa menjadi berkat baik bagi mereka yang telah percaya maupun yang belum percaya.

Sebelum saya percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat, saya adalah seorang muslimah, berlatar belakang dari keluarga muslim dan dibesarkan di pondok pesantren miftahul huda, Sukabumi Jawa Barat. Dari apa yang saya yakini dan pelajari selama itu, saya tumbuh menjadi seorang muslimah yang fanatik dan anti-Kristen, dan menjebak bahkan mendebat orang Kristen paling hobi.

Berteriak-teriak di depan gereja dengan bilang: "Maria, dipanggil Yesus cuek saja" pun pernah saya lakukan. Karena saya merasa bahwa apa yang saya yakini waktu itu, adalah paling benar dan diridhoi Allah SWT, sesuai dengan Qs. Ali Imran 19 yang berbunyi: innaddinna indallaahil islam (Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah islam)

Di luar Islam semuanya saya anggap sesat, apa lagi orang Kristen, kafir, karena Allahnya ada tiga : Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Tapi alhamdullilah saya tidak pernah sampai membunuh orang Kristen.

Dan mengapa saya bisa percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat ? Walaupun saya bangga dengan apa yang saya yakini dulu, tapi kalau bicara tentang hari penghakiman, itu paling takut dan paling ngeri karena saya tidak tahu pasti, kalau saya mati mendapat rahmnat Allah (masuk surga) atau laknat Allah (masuk neraka), karena saya manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan dosa.

Dari Sukabumi saya hijrah ke Bandung untuk belajar ketrampilan. Di kota kembang ini saya tinggal di pondokan atau kost. Teman-teman saya kebanyakan orang Kristen dan kebiasaan saya yang dulu tidak pernah berubah, menjebak dan mendebat orang Kristen masih sering saya lakukan dan saya tetap benci pada orang Kristen.

Entah kenapa suatu hari saya ingin membaca Alkitab punya teman dan di kitab Kejadian ada tertulis "Allah menciptakan manusia dari tanah..." saya heran, kok sama dengan al qur'an, padahal Injil itu kan sudah dipalsukan dsbnya, dan orang Kristen sekarang itu 'kafir'.

Berawal dari penasaran itu saya mencari teman untuk pergi ke gereja. Saya ingin tahu dan ingin menyelidiki bagaimana orang Kristen beribadah. Benar saya masuk gereja dan pertama itu saya tidak bisa menahan rasa haru dan sedih, saya menangis hingga kebaktian selesai, batin saya berontak antara dosa murtad dan percaya, murtad karena masuk gereja dan percaya kepada Tuhan.

Minggu-minggu berikutnya, saya selalu ingin dan rindu untuk datang ke gereja lagi, dan selama empat bulan saya suka ke gereja, tapi selama itu saya tidak mau berdoa dalam nama Yesus atau Isa Al-Masih, saya percaya kepada Allah tapi tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan sebagai Anak Allah karena saya punya anggapan yang menyanggah keberadaan itu, yaitu surat al ikhlas yang berbunyi :

qul huwallahu ahad
Katakanlah:"Dia-lah Allah, Yang Maha Esa"

Allaahush shamad :
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

lam yalid wa lain yuulad :
Dia tidak beranak dan tidak (pula) diperanakkan

wa lam yakul lahuu kufuwan ahad :
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Meskipun saya ke gereja tapi kewajiban saya selaku orang muslim untuk shalat lima waktu tetap saya kerjakan. Hingga pada suatu hari saya jatuh sakit; sesudah dua minggu sakit dan tidak ada tanda-tanda membaik, akhirnya pada hari minggu ketiga, ketika seorang hamba Tuhan mengajak berdoa di Televisi saya spontanitas ambil Alkitab dan tiba-tiba Alkitab terbuka sendiri di situ, Tuhan beri ayat untuk saya dan saya ingat sekali ayat itu :
"Seorang dara yang menderita pendarahan selama 12 tahun ketika Almasih 'Isa lewat dia menjamah jubahNya, dia percaya dengan menjamah jubahNya dia akan sembuh."

Saya pikir itu kok sama dengan saya. Akhirnya saya tantang Yesus, saya berdoa : "Ya Rabbi 'Isa kalau memang Engkau Tuhan dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit, sembuhkanlah saya," dan mujizat terjadi besoknya, saya telah sembuh.

Akhirnya saya kaji lagi surat al-ikhlas yang menjadi sanggahan, untuk percaya tentang Isa Al-Masih itu dan saya bandingkan dengan kisah kehidupan Isa Putra Maryam, dari mulai kelahiran,mujizat-mujizatNya, sampai kepada kematian dan kebangkitanNya kembali bahkan kedatanganNya yang kedua kali. Yang lebih melekat di hati saya, adalah Isa Putra Maryam bisa menghidupkan orang yang sudah mati, kalau manusia bisa seperti itu, dia pasti takabur apalagi kalau tidak ada dasar kasih dalam hatinya dan yang berkuasa atas hidup matinya manusia hanya Penciptanya sendiri yaitu Allah.

Dari kesemua ayat-ayat al-ikhlas itulah saya bisa membuktikan kalau Isa (Yesus) itu adalah Allah. Tuhan bukakan mata rohani saya, yang selama ini tertutup oleh illah-illah zaman ini dan saat itu bisa percaya bahwa Isa Almasih (Yesus Kristus) tidak hanya nabi tapi Dia juga benar-benar Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada suatu hari saya butuh legalisir ijazah saya di Sukabumi untuk melanjutkan sekolah di Bandung; saya harus pergi ke sekolah saya yang dulu, di mana saya sekolah dan mesantren. Ketika saya minta legalisasi,entah kenapa surat kelakuan baik saya dari Kepolisian terbaca oleh mereka dan di situ agama saya tertulis Kristen Protestan sedangkan ijazah saya dari tsanawiyah; akhirnya bukan terima legalisasi tapi malah berdebat dengan guru-guru dan ustad saya, akhirnya saya pulang ke Bandung dengan tangan hampa.

Setelah saya bisa percaya bahwa Isa itu Tuhan dan Rabboni , tantangan pertama malah datang dari orang Kristen sendiri. Saya dulu menilai orang-orang Kristen yang suka ke gereja itu baik-baik karena ada ajaran kasih tapi ternyata tidak, saya pernah dimaki-maki dan diolok-olok "Kamu jadi Kristennya pura-pura, mana mungkin orang pesantren bisa masuk Kristen, dasar tukang pelet, tukang santet dll".

Dari kesedihan itulah saya ingin pulang ke rumah untuk mengadu ke orang tua saya, tapi apa yang saya dapati ketika saya sampai di rumah, semua keluarga menjauhi, saya heran kenapa semuanya berubah seperti ini, bahkan ketika orang tua saya bilang: "Kamu dikasih apa sih sama mereka, sampai kamu bisa menjual agama kamu dan masuk Kristen?" Saya kaget orang tua saya tahu dari mana? Dan dikiranya saya masuk Kristen dikasih supermi atau dikasih apa saja sama gereja, seperti apa yang mereka sangka selama ini, bahwa orang islam masuk Kristen dirayu atau dikasih uang atau pula dikasih makanan.

Dan caci maki pun keluar, ayah saya bilang: "Aku tidak pernah menyangka kamu bisa jadi kayak gini, kalau kamu berbuat dosa kayak apapun masih bisa diampuni tapi ini dosa murtad, dosa yang tidak bisa diampuni lagi, dulu aku bangga kamu bisa ngajar-ngajar ngaji, dipakai di masyarakat tapi sekarang tidak ada artinya lagi, aku sampai disidang oleh ketua yayasan dan guru-guru disitu dimaki-maki gara-gara kamu masuk Kristen, kamu sudah benar-benar mencemarkan nama baik dari pesantren sampai bisa masuk Kristen, entah ditaruh di mana mukaku dan nama baik keluarga ini sama kamu, kamu kalau binatang itu sudah mesti dibunuh saking sudah benar-benar mencemarkan nama baik, sampah di pinggir jalan masih bisa berharga, tapi kamu tidak ada harganya sama sekali, dan biar kamu tahu nama kamu itu sudah ayah masukkan proposal dan dikirim ke Menteri Agama "

Untuk apa ??? Tanyaku, biar suatu saat kalau terjadi apa-apa sama kamu, saya sebagai orang tua sudah tidak mau bertanggung jawab lagi gara-­gara kamu masuk Kristen.

Bagaikan disambar geledek di siang bolong, kenapa mereka tega seperti itu, dan lengkaplah sudah penderitaan saya waktu itu, rupanya setelah kejadian legalisasi ijazah itu, ketua yayasan langsung memanggil orang tua saya, hingga akhirnya mereka sepakat nama saya dimasukkan proposal dan di kirim ke Departemen Agama, setelah tahu seperti itu, saya tidak ada pilihan lain lagi selain pergi dari rumah itu dan bertekad dalam hati "Ya Rabboni 'Isa, saya tidak akan meninggalkan Engkau, walau pun orang tua saya atau saudara-mara mengabaikan saya. Hanya padamulah Tuhan aku serahkan segala bebanku ini". Tuhan Allah telah amat baik kepada diri saya. Walau pun saya telah pergi tanpa dibekali apa-apa oleh ibu dan bapa, Tuhan Allah Bapa surgawiku tidak pernah mengabaikan saya! Halleluyah! alhamdullilah! Sejak saat itu Allah Bapa surgawilah yang telah membekali saya setiap kali baik dari segi rohani dan fisikal, dan Dia tidak pernah mungkiri janji-janjiNya kepada setiap domba-dombanya termasuk saya!

Sehingga akhirnya tibalah waktunya bagi saya untuk menyatakan iman percaya saya kepada Al-Masih 'Isa sebagai Tuhan dan Juruselamat saya melalui Baptisan Kudus di gereja GKI Jabar di Bandung pada bulan Desember 1994, setelah selama sembilan bulan belajar katekisasi. Setelah selesai baptisan itu saya berdoa, "Tuhan, terima kasih karena Engkau telah memeteraikan saya, tetapi saya tidak ingin hanya saya saja yang selamat, saya pun ingin keluarga dan saudara-saudara saya diselamatkan, dan saya ingin menjadi Penginjil, untuk memberitakan kabar keselamatan yang berasal dari Engkau seperti yang telah saya terima".

Dan ajaib sekali Tuhan kita itu, Dia kirim dua orang ibu dengan membawa buku-buku penginjilan banyak sekali, padahal sebelumnya saya tidak pernah mengenal dan sama sekali belum pernah bertemu dengan dua orang ibu itu, dan itu merupakan sukacita yang sangat besar sekali saya rasakan, sebagai jawaban dari doa saya untuk menjadi penginjil, dan puji Tuhan saya diperkenankan belajar di Pusat Latihan 'Christian Centre Nehemia' Jakarta dan dari apa yang saya alami saya kesimpulan :
1.Tidak ada kekuatiran dalam nama Rabbi 'Isa.
2. Kita tidak bisa bersandar pada kekuatan manusia sekalipun itu orang tua sendiri.
3. Dan keselamatan tidak bisa kita peroleh dengan amal baik kita atau dengan coba mengumpul pahala sebanyak-banyaknya, karena keselamatan itu suatu anugerah dan hanya ada di dalam nama 'Isa Al-Masih.

Demikianlah kesaksian ini saya tulis, sebagai rasa ucapan syukur saya karena Rabboni Al-Masih 'Isa Putra Maryam telah menyelamatkan saya dari lembah dosa dan kegelapan dan yang telah membawa ke dalam terang Allah yang ajaib.

Amin ya robbal alamin,

Hormat kami,
Kartini A.I.

Catatan redaksi :Dua orang ibu tersebut menemukan alamat yang bersangkutan di suatu toko buku di Bandung. Dua orang ibu itu merasa terbeban dan mencari alamatnya sampai ketemu. Berkat Tuhan! Tuhan sendiri yang menuntun mereka, pasti ketemu.

Hodu ladonai! Puji Tuhan! Halleluya!

Tuhan memberkati mereka semua Amin

Ulasan redaksi :Kebanyakan orang muslim, seperti saudara Kartini A.I. banyak membenci dan mendebat orang Kristen, padahal al qur'an menyebutkan orang Kristen, orang Nasrani itu persahabatannya paling dekat dengan orang lslam.


SALAM DAMAI
LOG