PART I
PART II
PART III
PART IV
PART V
PART VI
Thanks for watching it
God Bless you
SHARED BY
LOG
............................................................ FOR THEY KNOW NOT WHAT THEY DO" (LUKE 23 : 34)
Heart adalah salah satu kekuatan, kelemahan dan sejata
paling mematikan dari manusia. Heart dalam bahasa Jermannya adalah HATI. Nah
hati ini adalah kunci buat apa saja. Entah hal yang positive atau negative. Ada
suatu cerita nih yang menyangkut hati secara keseluruhan.
Suatu hari pria ini diberikan tanggung jawab untuk melakukan suatu tugas dimana
tugas ini benar2x berat bagi pria ini. Dimana pria ini harus memimpin beberapa
pekerja dalam perusahaan dia bekerja. Pertama kali dia menerima tanggung jawab
ini sungguh excited sehingga dia melakukan pekerjaan itu dengan senang hati
bahkan memberikan segalanya untuk pekerjaan itu. Suatu hari satu dari co-worker
dia ndak mau dipimpin oleh dia dan meminta mengundurkan diri dengan baik2x dan
pria ini mengijinkan co-worker ini untuk mengundurkan diri. Akhirnya co-worker
ini mengundurkan diri. Awal mulanya team ini hanya beberapa orang dimana oleh
perusahaan ini ditugaskan untuk memasarkan product dari perusahaan itu. Nah setelah
keluar satu co-worker, pria ini tetap semangat tetapi sedikit sedih karena
bebannya semakin berat.
Nah pria ini sejak dulu tanpa banyak orang menyadari kalau pria ini tertarik
dengan rekan kerja wanitanya. Bahkan dimana ada kesempatan untuk melihat dan
berbicara dia akan berusaha. Tapi sayang sekali bahwa sang pria hanya bisa
berdiri jauh dan melihat tanpa ada sedikit balasan dari sang wanita. Pria ini
selalu mencari kesempatan untuk melihat saja. Bahkan setiap pria ini ingin
mengajak berbicara sungguh2x sangat sulit. Sehingga pria ini hanya berdiri dan
memandang saja.
Disebuah desa,tinggal keluarga saleh.Mereka termasuk keluarga
kecil yang cukup sejahtera.baik suami maupun istri sama-sama bekerja.Sang suami
sebagai karyawan disebuah pabrik tekstil,sedang istri menjadi guru SD dekat
tempat tinggal mereka.anak tunggalnya masih sekolah di SD tempat ibunya
mengajar.Hidup mereka dipenuhi dengan kegembiraan.Hingga suatu hari terjadilah
peristiwa yang tidak mereka harapkan,yaitu sang suami di-PHK dengan alasan
krisis.satu dua bulan memang belum terasa penurunan kehidupan mereka karena ada
pesangon yang diberikan oleh pihak pabrik.Tetapi,menginjak bulan ketiga
mulailah mereka merasakan kesulitan sebab pesangonnya sudah mulai habis
sementara sang istri tidak bertambah honor mengajarnya.Bulan keempat mereka
sudah benar-benar mengalami kesulitan sebab sang suami belum mendapatkan
pekerjaan lagi."Bu,apa kita akan terus begini?"tanya anaknya.
"Ibu tidak tau ,nak,"jawabnya singkat.sementara sang suami mulai
putus asa dan mengatakan sesuatu yang tidak pantas bagi orang
percaya,"Katanya TUHAN berjanji akan memelihara kita,mana janjiNYA
itu?" Keadaan ini berlansung selama berhari-hari.
Suatu hari semetara mereka masih dalam keputusasaan,terjadi peristiwa
yang membuat mereka "bertobat".cuaca buruk terjadi didaerah itu.Bunyi
petir bersahut-sahutan,awan gelap menutupi seluruh langit di wilayah itu.tak
lama kemudian hujan deras pun turun.setelah satu jam,hujan mulai reda.sinar
matahari mulai menembus awan yang tersisa yang kadang masih menurunkan
tetesan-tetesan air.Dan,di langit pun sudah mulai nampak pelangi indah.Sang
suami,istri dan anaknya melihat fenomena alam ini dengan biasa-biasa
saja.sekitar lima menit kemudian mereka dikagetkan oleh bunyi petir yang masih
"tersisa" seakan tak mau kalah,awan pun mulai menutupi sinar matahari
lagi."Pak,Bu,pelanginya hilang,"kata anaknya.Tetapi,tidak berselang lama,sinar
matahari mulai menampakkan diri lagi dan saat itu pelangi pun muncul
lagi.demikian seterusnya terjadi berkali-kali."Pelangi itu tidak hilang
,nak.Dia hanya bersembunyi sebentar"kata ayahnya.Ternyata perkataan sang
suami menyadarkan istrinya tentang janji Tuhan.Kemudian dia
berkata,Pak,Nak,sebagaimana pelangi itu tidak hilang dan hanya tersembunyi
sesaat karena awan dan petir,demikian juga dengan janji Tuhan.Janji Tuhan untuk
memelihara kita tidak pernah hilang.ketika awan masalah menimpa kita,seakan-akan
janji Tuhan itu hilang,Tetapi,nanti sinar kasih Tuhan akan bersinar sehingga
kita bisa melihat dengan jelas janji Tuhan itu,"
Matt and our daughter, Jackie, both musicians, became close friends. As a
drummer, he would play back-up whenever she sang with the worship band. Matt’s
deepest desire was to teach God’s Word and perhaps enter the ministry. Their
common interests drew them closer. As a high-school junior, Jackie hoped to
attend the same out-of-state university as Matt. Then, Matt was diagnosed with
advanced lymphatic cancer. Jackie says, “I
had great faith that God would heal Matt. He had such a passion to be a pastor,
teaching others. I knew God wouldn’t take his life because Matt could make such
a difference in this world.” She prayed for his healing.